Apa yang Terjadi pada Capres,Jika Mereka Kalah Pilpres
Bila Pak Anies dan pasangannya Cak Imin kalah dalam pemilihan presiden 2024,maka mereka akan tetap bekerja seperti biasa. Anies akan kembali seperti biasa dan tentunya hidup dan pekerjaannya juga sudah terjamin. Pastinya hidupnya tetap indah dan bahagia bersama keluarganya.
Cak imin juga demikian akan tetap menjadi politikus dan ketua umum partai politik serta di lain waktu,beliau memungkinkan untuk mengisi jabatan penting dan strategis di negara ini.
Bila Pak Prabowo dan Gibran kalah, mereka pun juga memiliki kehidupan yang berkecukupan. Prabowo juga masih melanjutkan jabatannya sebagai menteri pertahanan, menunggangi kuda kesayangannya dan menjadi ketua umum parpol.
Gibran juga pasti bahagia hidupnya bersama keluarganya,melanjutkan bisnis tanpa harus kekurangan dari segi ekonomi.
Sama halnya jika pasangan Ganjar pranowo dan Mahfud MD tidak terpilih alias kalah dalam pilpres tahun ini.Keduanya juga memiliki kehidupan yang baik,berkecukupan dan bahagia.
Lantas bagaimana nasib kita?
Kita yang sudah terlanjur saling bermusuhan,berdebat hingga tak saling sapa dengan teman bahkan saudara sendiri hanya gara gara berbeda pilihan presiden.
Bagaimana kehidupan kita selanjutnya setelah pesta demokrasi ini berakhir? menjadi kaya kah?, yang masih nganggur langsung mendapat kerja kah?, bahagiakah?.
Atau mungkin setelah pilpres ini selesai,kita akan mempertahankan dendam kekalahan ini selama 5 tahun ke depan dengan sahabat bahkan saudara kita?
Anies,Muhaimin,Prabowo,Gibran,Ganjar dan Mahfud akan tetap melanjutkan kehidupan masing masing dengan pengabdian mereka dan pastinya dari pengabdiannya juga mendapatkan gaji.
Sementara kita? Hidup penuh kerugian dan penuh dosa setelah ikut ikutan menghina,mencaci maki dan mencari kekurangan para bapak bapak yang hidupnya sudah bahagia itu.
Padahal mereka juga tak mengenal siapa kita.
Dalam pilpres kali ini tetap gunakan akal sehat kita. Cukup diam,tentukan pilihan dalam hati,coblos dan selesai.Jangan bertingkah konyol dengan ikut ikutan berdebat adu argumen dengan teman dan saudaramu hingga muncul rasa kesal dan benci.Ingatlah jika terjadi apa apa pada kita,bukan bapak bapak jagoan kita yang pertama kali datang membantu kita.
Kebenaran adalah sebuah versi dari masing masing pribadi,jadi tetap utamakan persaudaraan di ajang pesta politik terdahsyat tahun ini.
Ingatlah...jika mereka kalah,mereka tetap bahagia dengan kehidupannya.
Aku,kamu,kita? Tetap nelangsa dengan kebencian yang tertanam di jiwa.
Jangan sampai itu terjadi !!!
Komentar
Posting Komentar